Kategori
Kerajinan Tangan

4 Daerah Penghasil Kerajinan Tempurung Kelapa di Indonesia

Siapa sangka, beberapa masyarakat daerah di Indonesia memiliki kemampuan untuk menyulap sebuah barang tak terpakai menjadi suatu produk yang memiliki nilai ekonomis, salah satu barang yang kami maksud adalah batok atau tempurung kelapa.

Mungkin masih banyak yang tidak tahu bahwa ada beberapa daerah penghasil kerajinan tempurung kelapa, bahkan beberapa diantaranya berhasil menembus pasar ekspor. Bulletinbord.com akan merangkum beberapa tempat yang menjadi sentra penghasil kerajinan kelapa.

4 Daerah Penghasil Kerajinan Tempurung Kelapa

Setidaknya melalui beberapa daerah yang akan kami rangkum dibawah ini kita bisa belajar bahwa kita bisa menghasilkan suatu karya yang cukup diminati jika kita berhasil menjadi orang yang kreatif. Dan daerah penghasil kerajinan tempurung kelapa yaitu sulawesi utara, Yogyakarta, Lombok, dan juga Bali.

Baca Juga: 3 Sentra Penghasil Kerajinan Kain Batik di Jawa Tengah

Namun sebenarnya tidak hanya 4 daerah itu saja, masih banyak tempat lain yang juga dikenal sebagai penghasil kerajinan kelapa, seperti yang akan kami ulas dibawah ini.

Desa Karak, Woyla Barat, Aceh

Kami lansir dari antaranews, salah satu pengrajin yang ada di daerah ini berhasil mengubah limbah kelapa, yakni bagian batok kelapa menjadi aneka hiasan bernilai ekonomis, tidak tanggung-tanggung, bahkan beberapa karyanya ada yang bernilai sampai 2 juta rupiah. Harga terkiat kerajinan yang mereka produksi ini ditentukan berdasarkan tingkat kesulitan pembuatannya.

Ada banyak hal yang bisa dibuat dari batok kelapa dimulai dari lampu hias, asbak putung rokok, gelas, celengan, bahkan hingga tas. Gak kebayang kan bagaimana caranya mengubah batok kelapa menjadi tas yang bisa digunakan.

Desa Cipatujuh, Tasikmalaya

Salah satu pengrajin yang memproduksi batok kelapa menjadi aneka hiasan adalah Nana Suryana, adalah seorang buruh bangunan yang dikala memiliki banyak waktu luang memilih untuk membuat kerajinan dari batok kelapa.

Ada banyak hal yang bisa ia buat dari limbah batok kelapa, dimulai dari celengan, hiasan-hiasan yang biasa diletakan di meja, sampai dengan boneka beruang. Melihat kelihaan yang dimiliki oleh Nana Surya dalam membuat kerajinan dari tempurung kelapa, membuat orang disekitarnya sering memesan. Harganya pun sangat variatif, ada yang sepuluh ribu sampai dengan tiga ratus lima puluh ribu.

Desa Ngemplak, Undaan, Kudus

Tidak hanya di Tasikmalaya saja, salah satu warga yang ada di kabupaten Kudus juga dikenal sebagai salah satu pengrajin tempurung kelapa, beliau adalah Tiar Bachroni, yang awalnya tertarik menekuni hal ini karena disekitar rumahnya banyak limbah batok kelapa yang tidak digunakan untuk apapun.

Kini tidak hanya melayani pelanggan di Indonesia saja, Pria dari desa Ngemplak itu juga sudah memasarkan kerajinannya hingga pasar Eropa seperti Jerman dan Inggris. Memang tidak semua orang dianugrahi kemampuan untuk membuat kerajinan dari tempurung kelapa, namun Tiar lebih memilih untuk tetap membuat kerajinannya mudah dijangkau oleh berbagai kalangan. Salah satunya lewat harga jual yang terjangkau, yakni antara 500 perak untuk kerajinan seperti manik-manik dan juga 300 ribu untuk kerajinan yang lebih rumit seperti tempat untuk lampu gantung.

Baca Juga: Daerah yang Menjadi Sentra Kerajinan Ukiran di Jawa Tengah

Itulah empat daerah yang dikenal sebagai sentra penghasil kerajinan batok kelapa dimulai dari Sulawesi Utara, Bali, Jogjakarta, Lombok, sampai dengan tempat lain seperti Aceh, kudus, dan Tasikmalaya. Ada banyak bukan? Kami yakin masih banyak lagi tempat yang memproduksi kerajinan seperti ini, namun belum tersentuh oleh media, sehingga mereka tidak dikenal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *